Press "Enter" to skip to content

Mengenal Obesitas dan Bagaimana Cara Mengukurnya

Mari sejenak kita rehat dan berdiskusi tentang mengenal obesitas dan bagaimana cara mengukurnya

Obesitas muncul sebagai suatu masalah kesehatan masyarakat dalam semua tingkatan baik nasional maupun Global di seluruh dunia. Kondisi ini tidak hanya ditemukan di negara maju tetapi juga di negara berkembang serta terjadi pada semua usia baik dari usia anak-anak usia dewasa.

Mari kita sejenak melihat sejarah kehidupan manusia, pada zaman dahulu manusia pada awal mulanya hidup sebagai pemburu. Sebagai pemburu manusia sangat dominan dengan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari, selalu bergerak dan bergerak. Akan tetapi dewasa ini gaya hidup yang penuh dengan aktivitas fisik seperti pada awal zaman dahulu kalah menjadi sangat langka dan hanya terbatas pada daerah tertentu saja.

Di berbagai wilayah negara dan daerah ketika dilakukan observasi pada kelompok masyarakat yang menjalani masih menjalani gaya hidup berburu tidak dapat ditemukan kasus-kasus. Di Indonesia pada suku pedalaman yang masih memegang adat dan kearifan lokal sangat jarang sekali ditemukan penduduk yang mengalami kegemukan.

Pada kelompok masyarakat dengan gaya hidup pemburu mereka hanya mencari makan saat lapar dan tidak terbiasa menyimpan kelebihan makanan. Akan tetapi saat terjadi masa paceklik maka keberuntungan untuk tetap hidup hanya pada mereka yang menyimpan lemak tubuh dalam jumlah yang perlu yang lebih banyak. Pada awal sejarah kehidupan manusia, simpanan lemak bersifat esensial untuk kelangsungan hidup.

Kasus obesitas mulai muncul dalam jumlah banyak Setelah ditemukannya pertanian sekitar 10000 tahun yang lalu. Bukti klinis adanya obesitas sudah ditemukan pada zaman Yunani rumah. Dari peninggalan sejarah tanpa adanya jejak orang dengan kelebihan berat badan atau bentuknya menggambarkan orang yang berbadan gemuk setelah masa revolusi industri maka kasus obesitas Makin sering ditemukan.

Saat revolusi industri di manakah susu obesitas makin kerap ditemukan terjadi pada masa abad ke 19. Penemuan bahwa sel adalah unit biologi dasar dan bahwa lemak disimpan di dalam sel lemak yang khusus menyimpan lemak menimbulkan ide bahwa obesitas dapat disebabkan oleh kebanyakan jenis sel Lemak ini.

Kemajuan terbesar dalam pemahaman mengenai obesitas datang pada abad ke-2. Pada abad ke 20 penelitian tentang obesitas makin intensif dilakukan dan menjadi perhatian kalangan ilmuwan di berbagai negara. Data pada awal abad ini menunjukkan bahwa obesitas dan penyebaran lemak di daerah Sentral berkaitan dengan peningkatan angka kematian.

Pada tahun 1920-an kemukakan hipotesis mengenai dasar keturunan dari obesitas faktor genetik bersama dengan ditemukannya penyakit cushing dan obesitas akibat gangguan hipotalamus
Pengobatan farmakologis pada obesitas mulai dikenal sejak saat itu, demikian juga dengan kemajuan dalam terapi diet, olahraga, perilaku dan pembedahan. Bidang ilmu genetika juga sangat membantu pemahaman beberapa tipe sukses Civic obat obesitas terjadi karena cacat genetik pada.

Meskipun pemahaman tentang obesitas mulai meningkat dan mencapai kemajuan yang berarti, kasus obesitas terus ditemukan secara dramatis. Obesitas telah menjadi suatu masalah kesehatan serius dan luas penyebarannya di berbagai masyarakat yang ditandai oleh modernisasi ekonomi, kesejahteraan, kelebihan makanan dan stratifikasi sosial.

Masalah obesitas berlanjut sampai sekarang menjadi keprihatinan dan topik yang tidak lekang oleh waktu. Karena obesitas mempengaruhi seluruh aspek kehidupan seseorang dan dalam bidang kesehatan pengaruhnya sangat besar.
Obesitas versus overweight
Pada bahasan kali ini kita akan mencoba untuk membahas tentang obesitas dan overweight bahwa sebenarnya obesitas itu tidak sama dengan overwatch meskipun Terkadang ada sedikit kesalahan pemahaman hal ini yang akan kita bahas Pada kesempatan kali ini.

Obesitas adalah kelebihan lemak tubuh. Ini prinsip penting yang harus dipahami. Obesitas umumnya diartikan sebagai sangat kelebihan berat badan atau jauh lebih gemuk daripada yang diinginkan. Para peneliti dan dokter mendefisinikan obesitas sebagai:
1. Kelebihan lemak tubuh
2 suatu penyakit kronik multifaktorial yang memerlukan pengobatan medis
3. Konsekuensi dari asupan lemak berlebihan dari makanan
4. Suatu penyakit epidemi
5. Suatu kondisi yang terkait dengan penyakit lain dan mengurangi kualitas hidup
6. Salah satu pemakai terbesar biaya kesehatan. Biaya kesehatan yang dikeluarkan untuk mengatasi kasus obesitas dengan bermacam komplikasinya sangat besar hal ini harus diperhatikan,

Dari sudut pandang kedokteran obesitas bukanlah :
1. Suatu masalah budaya komersial ataupun kosmetik
2. Semata-mata tubuh yang besar karena seseorang yang berotot dapat saja tidak obes
3. Overweight

Mari kita bahas tentang overwatch baik secara definisi ataupun pemahaman untuk sebagai penunjuk kaideres resiko kesehatan.
Overwatch mengacu pada kelebihan berat tubuh tetap dalam hubungannya dengan tinggi badan. Overweight mengacu pada bobot tubuh yang berlebih dalam artian semua jaringan tubuh termasuk otot tulang dan lemak demikian juga air,

Individu dapat saja disebut overweight tanpa menjadi obes. Sebagai contoh adalah binaragawan yang memiliki banyak otot menonjol. Objek dan Over White tidak sama persis tetapi istilah Over White yang dipakai dalam kesehatan adalah sebagai petunjuk umum untuk resiko kesehatan peningkatan

Fungsi lemak
Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh karena lemak berperan pada berbagai fungsi ences esensial diantaranya menyimpan energi, rumah mempertahankan panas tubuh koma meredam guncangan koma membentuk hormon-hormon koma berfungsi sebagai komponen penting dari semua membran sel tubuh berfungsi sebagai komponen esensial dalam sintesa prostaglandin koma juga berfungsi sebagai pelarut dari vitamin-vitamin yang ber musik yaitu vitamin A D E dan K.
Dalam keadaan normal lemak menyusun kira-kira persen dari berat tubuh pria dan 25% pada wanita. Trigliserida merupakan bentuk utama lemak dalam makanan mencapai 95% hingga 98%. Lemak memberikan energi 2 kali lebih besar dibandingkan karbohidrat atau protein. Jaringan lemak merupakan cadangan tubuh akan energi yang terbesar dan paling efisien. Energi yang dapat di metabolisme dari lemak adalah dua kali Indonesia dibandingkan dari sumber karbohidrat maupun protein. Satu kilo 1 gram lemak = 9 kilo kalori sedangkan 1 gram karbohidrat hanya menghasilkan 4 kilo kalori 1 gram protein menghasilkan energi 4 kilo kalori

Distribusi anatomis dari lemak tubuh

Kebanyakan jaringan lemak pada orang dengan bobot tubuh normal terletak di bawah kulit dimana fungsi utamanya adalah mencegah hilangnya panas tubuh Lemak ini dikenal sebagai lemak subkutan terdapat di bawah epidermis dan dermis.
Di samping lemak subkutan individu-individu stand Up juga memiliki jaringan lemak pada organ-organ yang merupakan cadangan energi yang penting. Ini disebut dengan jaringan lemak viseral. Jadi Lemak abdominal merupakan gabungan antara lemak subkutan dibawah kulit perut dan lemak viseral yang ada di dalam organ dalam perut
Bentuk badan Apple dan pir.
Individu yang jaringan lemak utamanya terutama berlokasi di sekitar abdomen perut akan memiliki bentuk apel. Sedangkan individu dengan kecenderungan lemak menumpuk di panggul dan bokong memiliki bentuk tubuh pir. Secara umum pria memiliki kecenderungan terhadap bentuk apel sementara wanita memiliki kecenderungan penumpukan lemak nya dan membentuk tubuh seperti bentuk buah pir. Akan tetapi hal ini bukanlah hukum yang pasti karena wanita dapat saja berubah dari bentuk cair menjadi bentuk apel setelah menopause

Mencoba menentukan overweight dan obesitas
Teknik pengukuran obesitas yang sederhana.
Teknik untuk mengukur obesitas sebaiknya mudah dilakukan dan dihitung. Nokia Swan untuk membedakan pasien yang obes dengan yang bukan koma dapat digunakan untuk menilai risiko kesehatan koma sederhana untuk menunjukkan perubahan lemak tubuh dengan bertambahnya usia koma dan mudah dipengaruhi oleh pasien.

, empat teknik penilaian yang lazim dipakai adalah tabel tinggi berat 4 tehnik penilaian yang lazim dipakai adalah tabel tinggi berat koma lingkar pinggang rasio lingkar pinggang panggul dan indeks massa tubuh atau body Mass index atau BMI

Tabel tinggi berat atau tabel actuarial memperlihatkan berat tubuh terhadap tinggi badan dengan angka kematian terendah namun tidak mengindahkan perawatan dan tidak membedakan otot dari lemak. Tabel tinggi berat tidak membedakan kelebihan otot. Seseorang yang sangat berotot dapat dinilai sebagai overweight meski kenyataannya tidak
Kelebihan tabel tinggi Berat adalah mudah dan tidak mahal. Sementara kesulitannya adalah tidak adanya standar serta ada berbagai versi dengan berbagai rentang berat badan

Lingkar pinggang merupakan teknik yang paling sederhana dan mudah yang ada korelasinya dengan BNI. Caranya adalah dengan mengukur lingkar pinggang pada titik Tengah antara Ujung bawah Ika dengan krista iliaka.
Bukti-bukti air menunjukkan lingkar pinggang memiliki re korelasi dengan distribusi lemak abdomen dan resiko penyakit penyerta. Dengan demikian merupakan parameter klinis yang lebih praktis dibandingkan rasio pinggang panggul.
Lingkar pinggang dapat menjadi prediktor yang baik terhadap penyakit-penyakit obesitas asal dilakukan dengan teknik standar. Lingkar pinggang sebagai metode yang mudah dan sederhana untuk identifikasi individu berisiko dan makin populer sebagai pemeriksaan penyaring.

Individu dengan bentuk apel memiliki akumulasi lemak perut yang lebih besar dibandingkan individu dengan bentuk per yang lemaknya berlokasi di panggung dan bokong.
Bentuk apa lebih beresiko mengalami gangguan medis terkait berat tubuh karena lemak yang terdapat di dinding abdomen langsung menuju ke hati sebelum beredar ke otot-otot. Lemak di dalam hati cenderung membuat hati lebih resisten terhadap efek insulin dan sebagai akibatnya kadar insulin darah akan meningkat. Peningkatan kadar insulin dapat menyebabkan peninggian tekanan darah juga menjurus kepada diabetes melitus yang tak tergantung insulin serta penyakit kardiovaskular lainnya.

Yang perlu diingat lagi adalah bahwa individu dengan bentuk apel beresiko lebih besar terhadap masalah kesehatan terkait obesitas oleh karena lemak dinding abdomen langsung menuju hati sebelum diedarkan ke otot-otot

BMI
Body Mass index adalah suatu parameter pilihan yang banyak digunakan oleh dokter maupun peneliti obesitas di dunia..
BMI merupakan parameter yang telah diterima di dunia mudah dihitung dan mudah dipahami baik oleh dokter maupun pasien.
BMI menggabungkan baik tinggi maupun berat dan memberikan suatu angka untuk menilai derajat kandungan lemak individu. Penentuan BMI cukup mudah yaitu dengan membagi berat individu Dalam kg dengan tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan
BMI 25 atau kurang seumur hidupnya memiliki resiko komorbiditas dan kematian prematur terendah, kecuali pada perokok. Rentang BMI optimal dalam artian mortalitas terendah adalah antara 21 dan 25. Secara umum overweight didefinisikan sebagai BMI di atas 25 namun untuk obesitas masih ada perbedaan pendapat. Obesitas mulai dari BMI 30 dan UUDS kemudian menyertakan sub divisi yang menunjukkan kategori berat dan sangat berat. DNI di atas 40 digolongkan sebagai obesitas yang sangat berat bersifat mengancam nyawa dan mengharuskan penganan penanganan segera seringkali berupa pembedahan

Bila ada penyakit yang terkait dengan berat individu seperti diabetes atau penyakit kardiovaskuler maka BMI 26 sering menjadi kriteria untuk memulai penanganan obesitas. Juga bila individu mengalami penambahan berat badan sebesar 11 kg atau lebih akan meningkatkan risiko diabetes secara dramatis tanpa mempedulikan kelas BMI nya semula

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *